Sunday, May 27, 2018

Harapan wanita Jatuh Cinta


Bayanganmu selalu datang meski mencoba melupakan.
Melupakannya seperti ujian yang tidak bisa kuhindari.
Semakin melupakan semakin mengahantui.
Sudut pikiranku tak berhenti mengingatnya.
.
Bagai wanita yang memiliki cinta satu malam tapi tidak pada kenyataan yang hanya memiliki perkenalan singkat.
Tatapannya seolah meyakinkan aku jika kamu lelaki terbaik .
Lisanmu seolah meyakinkan aku jika kamu mengisyaratkan sesuatu.
Senyummu seolah meyakinkan aku jika kamu tulus pada wanita.
.
Setiap membayangkanmu pikiranku kacau, tak berhenti pada satu ekspetasiku. Semua yang aku inginkan terasa ada pada dirimu.
Tapi terkadang ku merasa bodoh, hanya karna perkenalan singkat kagumku berlebihan padamu hingga akhirnya ku marah, ke benci, ku caci maki hatiku dan pikiranku.
.
Sampai suatu malam ku bertanya pada diriku, apakah kau merasakan yang ku rasa ini? Karna sikapmu tak menunjukkan titik dimana ada hal sama sepertiku.
Ahhh sudahlah, ini hanya ekspektasi sesaat, tidak bakal terwujud dan harapan sirna.
.
Aku juga tahu bahwa kau tidak inginkan menjalin hubungan dengan siapapun, kau terluka, hatimu pedih, hatimu trauma saat kau menjalankan percintaan begitu lama tapi kandas dengan cara sia-sia. Tapi aku mengerti hal itu, mengerti bagaimana rasanya menjadi kamu.
.
Saat ku mengingat hal itu, aku percaya bahwa aku bisa lebih baik dari wanita sebelumnya yang pernah singgah dihatimu. Dan Aku merasa percaya bahwa aku bisa membuatmu bahagia begitu juga sebaliknya kau pun bahagia bersamaku dengan cara Tuhan.
.
Kekuranganmu adalah kelebihanku untuk membuatmu Lebih kuat, kekuranganku adalah kelebihanmu agar aku bisa lebih Tegar menghadapi apapun.
.
Ku merasa candu akan hadirnya dirimu, ku bagai wanita pemimpi yang menginginkan 1 lelaki dari 1000 lelaki yang ku kenal.
.
Bila nanti kau dan aku tidak dipersatukan, ku berharap kelak kau dapat wanita yang lebih baik dariku. Kau bisa menyempurnakan satu sama lain bersama wanitamu, wanita yang kau banggakan dan kau puji tersebut.

Sunday, May 13, 2018

Halu

Hay kamu yang lagi disana, Melihat duniamu sendiri dengan kenyamanan yang kau punya dan dengan komitmenmu yang berambisi tersebut. Sejenak kau buatku terpukau dengan kata-kata cerdasmu dan kau telah membuatku bisa melihatmu dari sisi lain tanpa ada negatif sedikitpun, akupun merasa malu karna ku tak bisa sepertimu. Lelaki sepertimu membuatku ingin berkhayal dapatkah memilikimu seutuhnya tanpa ada ekspetasi saat ini.
Ku hanya berharap kau mengerti maksutku, gerak gerik ku dan perkataanku saat ku berbicara ataupun saat menghubungi mu. Hal ini memang tidaklah gampang karna ku merasa wanita bodoh yang bisa berharap tanpa adanya hasil.
Ku hanya wanita suka bermimpi tanpa adanya mukjizat.
Aku tahu diluar sana banyak lelaki yang bisa kudapat tapi apa daya sudut pikiran dan hatiku tertuju padamu. Perkenalan singkat telah membuatku berangan dapatkah aku bisa menjadi someone special untukmu. Dapatkah aku jadi wanitamu kelak dan apakah Tuhan mengijikanku memilikimu, jika tidak adanya aku hanya bisa berdoa untuk kebaikan kita bersama.
Tak ujung ku berandai-andai apakah wanita yang kau inginkan ada pada diriku semua.
Sungguh ku terkadang berimajinasi dan berdoa kelak kau mengerti dan kita bisa jadi sepasang Yang disetujui oleh Tuhan.
Perbedaan diantara kita tidak membuatku berhenti berharap dan menatap wajahmu dengan penuh harapan tersebut. Suaramu saat kau berbicara membuat hatiku menggebu dan senyumku tersipu malu, entah mengapa hal ini seolah ku gila dengan perkenalan singkat yang kita buat.
Untuk saat ini yang bisa berbicara hanyalah hatiku,pikiranku dan semesta saat ku membayangkan dirimu betapa beruntungnya bila nanti memiliki satu sama lain.

Saturday, November 25, 2017

You Got My Heart But I'm Afraid

           By the way I was some stories about my romance, someday I meet the one person but our meet from the line chat. And than we’re to continue our convertation and someday we’re making book the date, from it I can to know him so near. Did u know what, for the first time I meet the guy so comfortable to me. Yashh.. usually I has some of a man friends but he is very very like my soul. Every on beside him I feel so calm and safety. Oh ya, did u know what, I meet him after I was broke from my ex. I think its so stupid coz after was broken heart, I’m so fast has feelling on the new guy hehe..

   I look him be my soul and like my bestfriends, he is everything to me, and than if I’m not connection of phone I feel something is gone. I think its my dream coz I’m always be happiness when I saw him, but when I ask my sister about him “hey sis, what do you think about me? I look be happiness always right?, I feel its in my dream haha” and than my sister said “hey,, are you woke up now! Its true life hmm”. After that I’m so praying to god for please save him to me forever. I don’t want to lose and I don’t want him losing me.

Oh ya, his character like ignorant, arrogant but he is look like so loving some people’s like he is loving him family. all the properties of my favorite guy type are in him all, I don’t know. Its seriously and honestly I’m so be gratefull to god.

Besides all that I have a very deep fear, yah.. I am a child broken home, so many problems to came on my life and don’t know the time. Everytime, everywhere and don’t see condition. So.. which is all I’m so afraid if him had thinking about my self, about my fams etc. I thought when he knew all about me, would he leave me?, I think yaa.. coz today everyone is looking for the perfect partner and there is no starting back. Its make me so confuse, but I tell on my god “oh god, what should I do now? I’m so loving him, but honestly I’m afraid with my condition. I’m feel not perfect for him, I feel like disable and not match for him. He is so perfect to me but me isn’t”.


oh god, I hope all my negative thinking is only my feelings and I hope he is be my mine forever. I’m really wanna to make some a new life with him, Amen..

Monday, June 19, 2017

Kejutan? Biasa aja sih

Oke aku mulai cerita aja ya.. btw puji syukur bulan ini umurku bertambah jadi 21th, Cihuy… yaps 21th. Umur segitu buat orang lain sudah bukan lagi anak-anak tapi udah menginjak ke dewasa, but buat aku sendiri itu masih umur remaja karena sifat dan sikapku masih bisa dibilang labil sih. Ah banyak banget temenku yang baru kenal nanya nih “fir waajahmu kok biasa ajasih aku kasih supprise?”. Jawabannya singkat gaes, “aku dari kecil gapernah kek ginian, paling mentok diadain syukuran aja. Terakhir ortu ngadain ultahku aja waktu aku TK besar”,
Asli apa mungkin efek dulu gapernah dirayain dan tradisi keluargaku dulu Cuma syukuran doing? Ya begitulah. Tapi aku inget sepertinya ada 2 kejadian waktu jaman SMK kelas berapa aku lupa dan waktu kuliah semester 4 kali ya, kalo jaman SMK itu waktu aku masih magang di TPA daerah pacar keeling situ, nah temen deketku waktu itu mau kasih aku supprise dirumah but padahal selama aku magang didaerah sana aku nginep sementara dirumah tanteku, because jarak rumah tante sama tempat magang deket banget. Lalu pas aku tidur dirumah tante tiba-tiba aku ditelfon sama kakaku dan adekku, katanya aku disuruh cepet pulang karena ada orang yang nyariin aku dan yang nyariin aku tuh maksa banget pengen ketemu aku. Aneh gak sih gaes? Haha..
Disitu aku heran dong, aku gapunya masalah sama sekali dengan orang lain. Aku ngomong lah sama mereka kalo orang yang nyariin aku dateng
Aja kerumah tanteku, ya kali gila-gila gue pulang setelah magang, capek euy haha..
Disitu dapet 2 jam aku masih sms.an sama kakakku, karena kita berdua debat. Dan waktu aku nyantai dikamar tiba-tiba tanteku nyamperin ke kamar dan bilang
“eh itu ada tamumu sa, nyari kamu loh. Samperin gih”
“siapa si de? Haduh malem-malem gini bertamu” kataku.
Pas aku keluar dari kamar temen-temenku yang habis dari rumah ternyata nyamperin kerumah tanteku, wahh itu bener-bener spicles. But ketika mereka bawain kue tart lilin dll, disitu aku biasa aja tapi temenku yang ini bener-bener bloon banget, kalian tau gak kue ultah kita tuh bukan tart tapi kue gulung yang panjang tuh lalu dikasih lilin angka 7 trus angka 1 pake lilin lampu mati, bloon banget gak mereka gaes? Sumpah dsitu awalnya aku ngakaktapi lama-kelamaan flat haha. Aku Gak syok atau apapun. Wajahku asli flat, Cuma senyum kecil aja dan bilang makasih doang haha..
Anjir kan aku gaes?. Nah waktu temenku kasih supprise ada kaka sepupuku bilang “wajahmu kok biasa ae she dikasih supprise? Sumpah flat banget fir ya ampun”
Nah disitu aku heran, aku harus ngapain mbak? Apa aku kalo diaksih supprise harus jingkrak sambil salto kah? Haha gila gila gue salto.
Lalu  waktu aku jaman kuliah semester 4 tuh ini bener-bener apa ya kek serius? Soalnya ini mereka kasih supprisenya latepost banget gaes, mereka supprisenya tuh 2 bulang setelah tanggal lahirku dan itupun juga digabung supprisenya sama temenku yang kebetulan lagi ultah juga. Kebayang kan gima aneh dan lucunya ketika supprise ultahmu dijadiin satu sama supprise temenmu juga?. Nah lucunya lagi tuh pas aku sama 2 temenku ini, ehm si nindya dan dini tuh posisinya sama aku dikampus, temenku lainnya tuh katae pergi beli makan. Jadi kita nanti kumpul dikosnya dini. Disitu aku gak curiga dong kenapa-kenapanya jadi biasa ajasih. Pas kita udah mau pulang toba-tiba geerak gerik dini tuh kok aneh, kek orang bingung sendiri, disitu aku greget dong liat dia kek gitu. Udah langsung aja aku tekenin ke dini “oke kita langsung aja kekosmu, ngapain nunggu anak-anak. Mereka kan bisa nyusul toh”, disitu aku ngomongnya greget abis. Langsunglah kita bertiga otw ke kos dini. Setiba kita disana, tiba-tiba juga mereka ternyata udah nyampek duluan dikos, tapi anehnya pintu kos dikunci sama mereka. Aku ketok aku dobrak mereka tetep gak bukain, aku jadi emak-emak comel seketika pas mereka bilang “sekk bentar, sabar firsya” duhh itu mungkin kita bertiga berdiri dan nunggu pintu dibuka dapet setengah jam. Wajarlahya aku ngedumel aja bawaanya, udah siang-siang dibuat nunggu mana mau aku hmm..
Nah pas pintu dibuka mereka yang ada didalem tuh ternyata kasih supprise, tapi ada 1 remenku dia posisi dibelakng pintu ternyta dia nyanyi lagu ultah sambil benerin hiasan supprise, ah bodohnya mereka Tuhan, aku sambil ketawa kecil dan ngomong “he kamu ngapain disitu blekok”,
Sumpah itu bikin aku heran dan maksutnya loh apaan gila semua temenku.
Aku disitu sedikit ngakak karena pertama kali juga supprise dibuat dadakan dan dijadiin satu sama ultah temenku.
But selama hidupku sepertinya aku bawaanya flat aja yah haha, karena selama hidupku ultah itu gada, paling diarayain seumur hidup Cuma sekali doang dan supprise Cuma 3 kali. Itupun aku gak ngeh, karena aku bukan tipe cewe yang suka dikasih supprise apapun entah ultah atau lainnya. Aku malah suka kasih supprise ke orang hahah, aneh? Ya gajuga sih. Tapi parahnya lagi aku tuh juga bukan tipe orang yang hafal sama tanggal, jadi semisal aku ulang tahun gitu gak hafal hari itu juga tangal berapa, kalo anak-anak jaman sekarang tuh mau Ultah di hafalin kek H-3 lah atau H- H- lah udah gatau apa itu. Jadi aku tuh orangnya tipe gak hafal sama tanggal ataupun hari (ahh lu bodo banget fir, aelah gila gila gue hafal tanggal dan hari). Disisi lain aku juga bukan tipe cewe yang suka mengumbar tanggal lahirku sendiri, jadi kalo orang lain tau tanggal lahirku tuh mungkin dia tau dari Ktp atau lihat dataku, jadi orang yang deket sama aku tuh gapernah kowar-kowar tanggal lahirku sekian, jadi mereka cari tau sendiri tentang aku hahaha.. sok ngartis gue. Aku menghargai usaha orang terdekatku yang kasih supprise meskipun bagiku itu hal yang biasa saja, kalo dibilang baper ya baper karena aku bersyukur masih ada yang care sama aku meskipun aku gak mengharapkan lebih dari doa, doa itu menurutku udah kado lebih dari cukup.
So.. am so thanksful to everyone for your prayers to me and once again am so hopeless the god listen your prayers and I hope the god gave you something about what your wanna like me. Amen..


                                              `  -SELESAI- 

Monday, February 27, 2017

IT’S LOVE OR JUST FEELING?


 
Suatu hari ketika bertemu dengan seseorang aku merasa biasa saja karena hal itu sudah sering terjadi padaku. Tapi ketika aku kenal dengan seseorang yang tak kuduga, yang berawal dengan bermain aplikasi live streaming lalu berkelanjutan chat lewat line. Padahal sebenarnya aku gak pernah sama sekali mencantumkan id atau apapun di bio live streaming yang kupunya. Tapi gatau kenapa tiba-tiba orang ini bisa menghubungiku lewat line. Nama dia juga alay sih waktu baca di profilenya haha
Ya sebut aja bajigur lah wkwkw (makanan kali shay), pas kita saling ngefollow instagram, eh ternyata nama dia aji. Astaga disitu aku merasa pengen ngakak kalo ketemu dia, jadi tambah penasaran aslinya. Kita udah kenalan lama-kelamaan kita chat sampai larut malam, ya… sementara ini kita berteman lewat line. Kita masih belum bertemu sama sekali hehe…
Dan tiba-tba dia mengajakku meet up, duhh seneng banget aslinya hahaha…
“Hey kapan meetup nih? Gak bosen apa chat lewat sini mulug? Hahaha” ujarnya.
“ya terserah sih kak, tapi kamu kan kerja hmm” kataku
“iya gapapa, kan sepulang aku kerja juga bisa kan” katanya
“iyadeh terserah kakak” kataku
Disitu aku seneng banget akhirnya bakal ketemuan sama nih orang hehehe..
Dia ini bisa dibilang umurnya diatasku, ya selisih 2 tahun mungkin ya, lupa heheh, dia profesinya di bidang kontraktor katanya sih hahah.. ya lumayan lah buat calon mama wkwkwk..
Kita akhirnya chat-chatan bahas tempat ketemuan dan jamnya and blabla..
“gimana jadi kapan?” kata aji
“ehm jumat gimana kak? Soalnya aku sekalian mau ketemu kakaku, dia mampir ke Surabaya juga hehe..” kataku
“bertiga sama kakakmu? Malu aku” kata dia
“enggak lah kaka, kakakku sama suaminya.” Kataku
“kamu gak bawa temen ta? Kalo ada temenmu aku malu hmm” katanya
“enggak sih kak, aku bawa adeku aja hhehe. gimana?” kataku
“ya gapapa wes, jam berapa maumu?” kata dia
“habis maghrib yaapa? Aku habis ketemuan sama kakaku nanti lanjut sama kamu haha” kataku sambil kegirangan aslinya wkwkwk
“iyah gapapa, tp aku bisa nemuin kamu isya yaapa? Hahaha, soalnya aku ada acara tahlilan di rumah sodaraku, jai habis tahlilan langsung nyamperin kamu” balasnya.
“ya kak gapapa kok, sebisamu aja. Aku juga gak maksa kok” kataku. Aslinya dalam hati sedikit sedih dan bingung sih..
“yaudah sip deh” balasnya.
·        Hari jum’at tiba , dan saat itu kak aji hubungi aku lewat line.
“yaapa jadi ta?” tanyanya.
“terserah kamu” kataku.
“kamu jadi gak loh ketemuan sama kakakmu?” kata dia.
“jadi lah kak, nanti jam 3.an aku Kesana. Soalnya kakakku nanti kesana jam 2 ya paling jam 3.an nyampek sana lah”. Kataku
“oh yaudah nanti aku samperin hehehe” katanya
Saat aku ditempat aku bertemu dengan kakaku, kami berbincang-bincang dan jalan-jalan bareng. Mulai dari jam 3 sore sampai jam 8 malem. Tiba-tiba aja dia line aku.
“kamu masih disitu ta?” balasnya.
‘iya kak,knp? Kamu jadi kesini gak?” kataku.
“jadi lah.. bentar yah.. masih belum kelar ini” kata dia
“iyah gapapa kak, paling acara slesainya jam 9,nan. Gak mungkin tahlilan sampai jam 8 doang haha” kataku.
“iyaseh hehe.. ya gapapa pokoknya nanti aku samperin kamu kesana”. Katanya
“iyah kak, terserah kamu aja”kataku.
Sambil nunggu kak aji dateng ketempat aku dan adek-adekku jalan-jalan gajelas. Paling ya Cuma beli makan minum, keluar masuk took Cuma liat-liat doang haha..
Pas jam mau di angka 9 tiba-tiba kak aji ngehubungin aku lagi.
“kamu dimana?” katanya
“masih stay kak” kataku.
“yaudah aku otw ya.. cepet kok” kata dia.
Uhhhhh sumpah rasanya deg-degan gitu kalo ketemuan sama cowok wkwkkw
Asli, aku kalo punya temen cowok rata-rata kenalannya langsung, entah aku lagi hangout sama temenku tiba-tiba aja ada temennya yang nyamperin kita pas nongkrong atau gak aku ikut temenku diajak main sama temen-temen dia lainnya. Jadi aku kenalannya secara langsung dan gak ada rasa canggung, lha ini kedua kalinya ketemuan sama cowok jadi perasaan campur aduk. Kalo chat sama dia itu perasaanku biasa aja dan nyaman aja. Jadi mau ngomong apapun terserah aku, aku anaknya juga blak-blakan sih hahaha..
Pas dia tiba di tempat di telfon aku.
“kamu dimana?” katanya
“aku di foodcourt kak, pake baju item ijo. Liaten warna rambutku ae haha” kataku
*pas nyampek foodcourt*
“kamu dimana? Aku udh di depan resto L****nch” katanya
·         Langsung deh aku cari restonya sambil jalan cari dia
“kamu pake baju apa kak?” kataku (sambil berjalan dan aku liat orang telfonan juga didepan resto itu)
“aku gapake baju haha” katanya.
“oh ya baguslah gapake. Lebih bagus haha” kataku
·         Sambil berjalan nyamperin dan kututup juga telfonnya
“hai kak,,” kataku (asli pas ketemu gajadi nervous) hahaha
“kamu sama siapa?” katanya sambil kita berjalan nyamperin adekku.
“tuh sama mereka” (sambil nunjuk)
Akhirnya kita jalan bareng, dia ngajak aku nonton jam 9 dan asli aku heran kalo dia ngajak aku jam segitu mau pulang jam berapa akunya?? Sempet mikir juga sih hmmm, kalo kayak gitu caranya bisa di stipo namaku yang di KK. Aku nolak ajakan dia nonton, lalu dia ngajak makan dan aku nolak lagi karena aku juga barusan slesai makan bareng kakaku hahah.., So finally kita Cuma beli minuman doang sambil ngobrol doang sih.. lalu jam pukul 22.00 wib aku ajak dia pulang. Kita pulang sendiri-sendiri lah..
Masa iya adekku aku tinggal pulang sendiri hmm, ngaco juga lu ndro haha
Pas sampek dirumah kita saling ngabarin juga sih lewat line..
“udah nyampek rumah kamu kak?” kataku
“ini lagi dipajamas” kata dia.
“ha pajamas? Aku gapernah denger, itu kan pakaian tidur setauku hahaha”
Dia ngirim video and What the fuck! Bitches banget sumpah, ternyata di main ketempat dugem njing!, aku juga baru tahu tempat itu, dan aku gapernah denger tempat apaan haha.. ya maklum gak famous. Emang sih aku dulunya suka ketempat gituan tapi tempatnya lumayan elite hehe,, ya hamper semua club udah aku masukin bareng temen-temen hehe.. (bukan pamer kenakalan ya). Dengan perasaan sebel aku langsung chat dia dengan ketus dan aku langsung gak mood anjing! Uhh dasumpah sebel pol tau itu. Aku langsung mikir haduh yaudah lah kalo dapet temen modelnya beginian lagi, kalo boleh jujur udah bosen dapet temen yang hobinya gituan dan takut kalo ujugnya kenapa-napa. Karena sebelumnya aku pernah punya temen yang hobinya dateng kesana eh ternyta dia kena kasus lah, ada yang sakit gara-gara minum disana pake gelas pengunjung lain. Ya dengan kata lain dia kena TBC gara-gara dia minum pake gelas yang mungkin bekas dari orang lain yang punya penyakit itu dan pihak sana gak tau kalo pegawainya nyucinya gak bersih mungkin ya..
Jadi saat itu juga aku takut dan aku gapengen lagi main kesana. Yok lanjut lagi, pas dia ngirim video suasana sana, aku udah stop chat dan aku tinggal tidur. Itu sengaja aslinya tapi mau gimana lagi.
Lalu chat kita juga berlanjut kita juga hangout lagi. Dan suatu saat aku merasa nyaman, gak ngerti peraaan apaan ini. Tapi tiap kita chat-chatan selalu aja balesnya lagi keluar sama temen atau gak lagi di FP (tempat dugem) dan dia juga kalo bales chatku slowrespon semenjak dia udah terbuka kalo dia suka ketempat gituan. Itu bener-bener bikin unmood and always unmood kalo dia lagi hangout sama temennya. Aku juga mikirnya dia kesana ngapain? Mau joget sama cewe? Cari kenalan baru? Iya aku paham aku Cuma anak rumahan yang udah gabisa diajak keluar malem lagi. Semenjak ayahku meninggal pola hangout juga diperketat, jadi udah gak tiap hari bisa hangout dugem dll, sekarang dibatasi. Ya disisi lain buat jaga adekku sama ibu kali ya dan juga aku udah bosen sama kehidupan diluar, dulu jaman SMP-SMK udah puas nakalnya hahaha jadi dengan umurku yang masih belum dewasa ini udah bosen dengan suasana luar rumah meskipun terkadang bosen juga dirumah. Aku juga mikir kenapa ya tiap dia ngabarin lagi dimana-dimana kadang aku suka unmood, kalo gak gitu khawatir ya pokoknya perasaanku berubah-ubah. Jadi serasa gamau dia kenapa-napa, aku takut kalo suka sama dia atau ada perasaan tertentu. Aku taku keulang kayak dulu lagi, aku sempet mikir juga apa aku yang terlalu baper, ya… harap makum lah aku udah lama ngejomblo Cuma 2tahun lah wkwkwk (itu jomblo apa sekolah?). so.. aku juga berdoa sama Tuhan semoga perasaan atau apapun yang ada dipikiranku gak melebihi keinginanku. Kalo emang dia jodoh ya bersyukur sama Tuhan kalo enggak yaudah its okay lah.. yang penting aku nyaman sama dia sih. Cuma yang bikin capek dan ngeselin itu tadi loh kalo dia lagi hangout sampek larut malem. Tuh anak jaman remajanya kurang have fun atau apasih kok dia have funnya pas udah dewasa gini. Apa karna dia udah punya penghasilan sendiri? Atau gimana. Jadi disisi lain aku juga gak berharap lebih karna dia suka bikin unmood, gak kebayangkan kalo sukanya marah-marah terus hahaha
Okay sampai sini aja ya ceritanya hihihi.. mohon maaf kalo ada kesamaan crita atau apalah-apalah, ini Cuma cerita bala-bala doang guys,..
Semoga suka sama ceritaku dan sering-sering aja mampir ke blogku, Terima kasih..

Saturday, February 11, 2017

Nasib tinggal di Lingkungan KEMUNAFIKAN




Namaku fira, umurku 21t, aku kuliah di salah satu kampus swasta di surabaya dan aku juga punya adek namanya fina dia umur 17th  Dia sekolah di Sma negri islam. Kita berdua dari kecil sudah ditanggal orangtua karena sakit, dan akhirnya kita berdua dirawat oleh budhe yaitu kaka dari ayah. Budhe ini kita panggil umik karena beliau orang kaya yang sudah naik haji berkali-kali dan terpandang di sekitar rumahnya, harta yang orangtua kami punya diambil ahli oleh mereka alasannya untuk kebutuhan kami di masa depan nanti. Kami tinggal bersama budhe awalnya senang dan kami bersyukur karena kebutuhan kami tercukupi. Lama kelamaan dan kita semakin dewasa akhirnya tau kebusukan yang ada didalam rumah ini hinggal problem keluarga.
Pada suatu hari budhe kami punya problem, dia menjalin hubungan dengan suami orang yang pada awalnya dia adalah teman SMA dulu. Budheku menjalin hubungan cukup lama yang awalnya ditutup-tutupi hingga suatu hari anaknya budheku tahu soal hubungan mereka. Anak budheku bernama agung, dan pada akhirnya agung menyuruh tetangga, satpam dll menjadi mata-mata dirumah agar setiap teman budheku main kerumah harus langsung lapor ke mas agung. Suatu ketika teman budheku main kerumah jam 7 malam, mereka ngobrol diteras rumah. Keesokan harinya mas agung tahu dan langsung hari itu juga mas agung menyidak budheku tersebut di ruang tamu. Ya.. mungkin mau introgasi lahya… 
Yang namanya mas agung ini dia itu orangnya tipe kepo banget, sok alim, sok ngerti semua, apa-apa harus dengan uang, what the fuck kalo hidupnya kayak gitu mulug?!. Lanjut ya, setelah paginya di introgas, malemnya budheku crita ke kami semua kalau beliau habis diintrogasi soal temennya itu.
Kita seisi rumah itu tau hubungan mereka tapi kita seakan-akan menutupi padahal ya enggak, justru  kami semua malah gak mau ikut campur urusan mereka, kita semua mah masa bodo dan cuek. Itu adalah problem pertama.
Suatu ketika mas agung telfon budheku untuk meminta kami datang ke acara ultah anaknya, dan pada saat adek-adekku datang kami disana serasa orang asing semua orang ngomong sendiri, jadilah kami bermain hape doing. Dan waktu kita main hape disamperin sama mas agung.
“ kamu tak liat kok main hape terus?” agung
“enggak kok, baru aja mainnya” adekku
“kamu loh tiap hari kayaknya main hape terus” agung
“enggak kok” adekku
Pada saat itu bangku kursiku jauh dengan adekku jadi aku gatau apa yang mereka omongi, lalu.
Tiba-tiba agung ngomong soal budhe.
“kamu tau gak kamu sekarang yang dulunya ponakan yang dibenci sekarang jadi bestfriend, Karena apa? Karena kamu semua menutupi kejelakan umik. Aku tau semua kok, dan kamu juga tau semua kan?” ujar agung dengan ketus.
“aku loh gatau apa-apa pi, fina gak ngurusin kayak gituan”
“halah papi loh tau semua, papi itu pengetahuannya luas, kamu tau, umik itu yang dulunya sering sodakoh ratusan juta, sholat 5 waktu, dzikir dll dan pada akhirnya itu semua jadi nol! Karna apa? Karena dia sudah zinah, tangan mata mulut wajah sudah haram semua, mereka sering video call.an kan?”  kata agung
“fina gatau pi.. gatau aku beneran” kata ferina sambil ngotot.
“udahlah.. bangkai akan kecium baunya kalo ditutupin lama-lama” kata agung
*Saat Sampai dirumah*
Adekku crita ke aku semua apa yang dia omongin. Aku sih Cuma ketawa aja dan heran kok ada manusia hidupnya munafik. Dulu mas agung itu juga pernah selingkuh dan why disaat kayak gini dia menjelekkan ibunya sendiri? Maka dari itu aku gapernah percaya omongan keluargaku sendiri. Asli disini itu keluargaku munafik semua, mereka baik didepan padahal dibelakang kayak anjing semua. Merek piker mereka hamba yang suci? Keluarga sini itu sukanya adu domba, apalagi istri mas agung, haduh tuh orang islamnya ketat tapi sampek sekarang suka main dukun buat kepentingannya sendiiri. Bajingan kagak tuh? Aku aja gapernak betah kalo denger yang kek gituan. Keluarga budheku itu saling jelek-jelekkin dibelakang, mereka berlagak baik sesame saudara tapi disaat ada problem kecil mereka berlomba-lomba menghujat saudarnya sendiri. Ya Allah.. aku sampek heran sendiri kalo dicritain gitu.
Aku lanjut problem kedua yah..
Yang ini sih berhubungan dengan aku, awalnya hapeku rusak kaca iphone retak dan aku minta uang untuk benerin sendiri. Yang ngerusakin adekku sendiri, dia gasengaja jatuhin tapi aku mau dia tanggung jawab. Aku pengen tahu dia bisa tanggung jawab gak, kalo emang adekku dapet uang buat benerin hapeku bakal aku bantu patungan, aku Cuma pengen tau dia bener-bener bisa tanggung jawab gak? Gitu doang sih mauku. Suatu hari adekku ngomng ke budhelu untuk minta uang benerin hapeku dan tanggepan budheku hanya “Iya”, lalu baru kemarin adekku mau konfirmasii minta uang ke budheku katanya “kamu kerungkut sana bilango papi”. Aku denger kayak gitu langsung marah dan ngambek. Aku ngomelin adekku intinya aku gamau tau dia dapet uang buat benerin hapeku darimana asal jangan jual diri ajasih..
Aku marah dan adekku telfon mas agung, pas ditelolfon malah mas agung jawabnya.
“ya kalo rusak bawaen ke mas dodi lohh.. kalo dimas dodi kena 2jt,an”
Aku mikir daripada ke mas dodi ya mending tak bawa ke ibox poo, padahal mas dodi itu Cuma counter biasa hmmm.
Pas fina mau ngomong lagi ke budheku tanpa sengaja fina denger budhe telfonan sama mas agung. Dan pembicaraan mereka bikin aku sakit hati yaitu “yowes kalo rusak biarin aja, ngapain dibenerin kalo dibenerin tambah ngelunjak. Itu hapene mereka berdua jutaan lebih, salahe siapa gamau jaga hapene bener-bener, wes gausah biarin ae.” Omongannya yang itu yang bikin aku sakit hati. Padahal aku udah cari counter hape yang murah yang harganya kena 800.an daripada aku benerin yang 2jt.an, mending dbenerin ketempat resmi iphone. Saat aku denger crita adekku aku langsung sakit hati dan nangis. Aku Cuma mikir kalo emang keberatan dari awal ngomong pelan-pelan gapapa daripada budheku janjiin iya dan ujung-ujungnya php, itu bikin aku benci dan kecewa. Pada aku langsung prepare ke tempat budheku yang dijojoran tanpa ijin orang rumah alias kabur. Setiap kali dijalan aku nangis dan mikir kenapa sih kalo emang keberatan untuk merawat aku dan adekku ngomong aja dari awal, aku mending di titipkan dipanti asuhan yang hidupnya gak seperti anak lain daripada hidup berkecukupan tapi gak nyaman apalagi gak harmonis. Dan adekku sekarang yang tahun ini akan lulus dia ingin ngomong sama budheku, dia mau Tanya apakah adekku fina ini jadi dikuliahin apa gak, mungkin adekku fina ini nganggep aku jadi sebuah pelajaran hidup, dia gamau dibiayai kuliah kalo gak ikhlas. Aku paham dengan pikiran adekku, aku sebenarnya kasian sama fina, dan aku juga berencana setelah lulus aku mau kerja dibidan dan aku gamau dikasih tanah untuk buka klinik nanti. Aku tau rasanya diberi barang gaikhlas ujung-ujungnya sakit hati. Sekian critaku dan terima kasih buat yang sudah baca J

Saturday, October 10, 2015

Terima kasih sudah sayang aku dan adikku Tuhan part 1

“Mbak nia.. dek nina.. ayo bangun udah jam berapa ini kok belum bangun?” ujar ibu sambil teriak
“iya bu.. bentar, adek suruh mandi dulu, baru mbak” kataku
“ah.. mbak mah mesti gitu, mesti aku dulu” jawab adekku sambil mengusap mata
“udah ayo,, mandi bersua sana. Udah telat kalian itu” kata ibuku

Setelah kami sudah mandi dan siap- siap berangkat kesekolah, adekku berangkat bersama ayahku dan aku berangkat menggunakan becak. Kami hanya 2 bersaudara. perkenalkan Aku nia kelas 4 SD, adekku nina 2 SD. Kami tinggal bersama hanya 4 orang dalam serumah, ayah, ibuku, aku dan adekku. Keluarga kami kadang harmonis kadang konflik tapi Alhamdulillah kami sering bercanda sering saling sharing satu sama lain.
Suatu hari aku dan adekku ingin pergi kerumah nenek. Kami semua siap-siap.

“ibu adek pakai baju yang mana ini” ujarnya sambil milih baju
“terserah kamu dek” kata ibuku
“bu baju ayah dimana? Baju yang polos biru?” kata ayah
“Disitu ayah, di lemari. Udah ibu gantungin disitu” kata ibu sambil dandan.
“oh iya bu.. ketemu hehe.” Ayahku sambil ketawa
Saat kami sudah siap semua tiba-tiba aku dan adekku bertengkar hanya karena slayer. Kami berdua tidak ada yang mau mengalah.
“bu mbak pakai slayer ini ya?” ujarku
“ahh… aku juga mau.. sini mbak” kata nina sambil menarik slayer dari tangaku.
“gamau dek.. ini buat mbak…” kataku sambil marah

Kami berduapun teriak sambil bertengkar memperebutkan slayer itu, saat itu ayah sudah ada didepan rumah dengan motornya sedang menunggu kami. Dan ketika kami masih bertengkar ayahku masuk kedalam rumah dan tiba-tiba saja darah keluar dari hidung ayahku. Kami bertiga aku, adek dan ibuku sontak kaget melihat keadaan ayahku seperti itu. Kami semua panik dan ibuku mencari bantuan ditetangga untuk mambawa ayahku kerumah sakit. Keluargaku semuanya datang kerumah sakit melihat keadaan ayahku yang tiba-tiba saja terbaring lemah ditemoat tidur. Aku disitu hanya bisa diam dan mikir apa ini semua salahku dan adekku hingga ayah jadi sakit gini. Aku Cuma bisa diam dan nangis,adekku berada didekat ibuku. Tanteku ati dan omku surat semuanya datang dan menanyakan apa yang terjadi pada ayahku. Ibu bercerita kepada mereka.

“kenapa ini dek kolik?” kata tanteku
“aku gatau mbak, tiba-tiba aja ayahnya mimisan. Tadi kita sebenarnya mau kerumah ibukku” kata ibuku.
“kolik kecapekan paling dek” kata omku
“gatau seh mas, padahal tadi pagi ya ayahnya baik-baik aja” kata ibuku.
Selang beberapa waktu kemudian dokter menghampiri keluarga kami dan ibuku nangis. Aku dan adekku tidak tahu apa-apa, kami hanya bisa diam dan diam.
“Gimana dok keadaan adek saya ini?” kata tanteku
“adek ibu ini keadaannya sudah lemah. Ini bapaknya suka minuman sachet ya bu?” kata dokter.
“iya dok, adek saya kalau kerja mesti beli minuman sachet. Hampir setiap hari dok”. Kata omku
“iya ini ya bu, tadi saya sudah periksa semuanya dari tes darah dll, kalau bapak ini punya penyakit gagal ginjal” kata dokter.
“apa dok?!! Gagal ginjal?” kata ibuku sambil syok.
“iya, bapak ini sudah punya penyakit gagal ginjal. Apa sebelumnya bapaknya belum pernah periksa?” kata dokter.
“suami saya gak pernah periksa, kalau ke dokter ya hanya gejala penyakit biasa saja dok” kata ibuku

Kami berdua Cuma bisa menatap mata ibuku bagaimana kagetnya ketika mendengar ternyata ayahku mengidap penyakit gagal ginjal. Dan saat ayahku dirawat disalah satu rumah sakit negri disurabaya aku dan adekku tetap bersekolah akan tetapi hari-hari kami terasa sepi tanpanya dan ibuku berhenti bekerja sebagai guru dan dosen karena ingin merawat dan menemani ayahku. Selang beberapa hari ayah kami sudah keluar dari rumah sakit tapi dokter menganjurkan ayah kami harus melakukan cuci darah setiap 1 minggu sekali.  Ibuku setia membantu ayahku. Beliau mengantarkan ayahku cuci darah, merawat ayahku dengan baik, kami berdua tetap bercanda tawa dengan ayahku, tetapi ayahku masih kuat untuk berjalan. Setiap pagi ayah, aku dan adek selalu jalan pagi dan berolahraga bersama meskipun hati kami masih gak rela kalau ayah mempunyai penyakit.
Hari selanjutnya, saat kami sudah pulang sekolah kami berdua bermain badminton diruang tv, ayahku tiduran diruang tv pula. Ketika kami bermain ibuku marah-marah karena kami berdua bermain badminton didalam ruamh dan saat itu ada ayahku sedang tiduran.

“adek.. mbak.. jangan main badminton didalem rumah. Ada ayah tidur kok malah mainan seh” kata ibuku sambil marah membawa sapu.
‘ahh.. ibu.. bentar tok bu mainnya” kataku
“iya bu bentar tok sama mbak, habis gini selesai” kata adekku.

Tiba-tiba saja ayahku terbangun dan beliau juga ikut memarahi kami karena kami nakal dan susah dibilanginya, hehe.. kami pun tetap saja bermain meskipun ayahku juga ikut memarahi kami. Saat itu ibuku sudah capek sama sikap kami dan gak tega kalau ayahku ikut memarahi kami akhirnya ibu menelfon tanteku. Kami terkenal takut dengan tanterku dikeluarga, karena tanteku kalau marah serem banget. Asli kami sekali dimarahi tanteku ati, kami berdua langsung diam dan nurut entah kenapa kalau dimarahi sama ibu jarang nurutnya kalau sama tante ati nurut banget.. , Setelah kami berdua dimarahi tante via telfon langsung kami berdua minta maaf sama ayahku karena sudah mengganggu dan nakal. Kami berdua langsung naik keatas dan bermain disana.
Pada malam harinya kami semua duduk diruang tv dan menonton tv, tiba-tiba ayahku meminta tolong untuk pijat.

“mbak, tolong pijat ayah”. Kata ayahku.
“iya yah..:” jawabku
Saat aku memijat ayahku tiba-tiba ayahku menawarkan sesuatu.
“mbak, mbk mau ta ulang tahunnya dirayain?”. Kata ayahku
“enggak ah yah, mak gaseneng” kataku
“mbak gak bosen ta ulang tahunnya syukuran terus? Gak pengen dirayain kayak temennya mbak? Di mana gitu?” kata ayah
“gausah yah.. mbak gamau, gasuka” kataku sambil senyum kecil
“yaudah kalau gak mau, berarti ulang tahun natnti syukuran kayak biasanya ya?” kata ayahku.
“iya yah..” jawabku,

10bln kemudian ayahku jatuh sakit lagi, tetap dengan penyakit gagal ginjal yang semakin parah. Ayahku di bawa kerumah sakit swasta yang ada di surabaya. Ibu yang saat itu sedang menangis disebelah ayahku dan kami berdua diam menangis melihat keadaan ayahku yang sedang terbaring lemah kembali, selang beberapa hari dokter memberikan informasi bahwa ayahku harus segera dilakukan operasi. Disitu ibu, aku dan adek tetap menangis ketika mendengar hal itu.  Ibuku menangis sambil menelfon keluarga yang lain tentang keadaan ayahku yang semakin melemah.
Hari selanjutnya setelah dilakukan operasi aku ada uts. Selama ayahku dirawat dirumah sakit, aku dan adek tetap tinggal berdua dirumah tapi kami punya sodara yang satu kampong dengan kami, jadi sodara kamilah yang merawat kami mulai dari berpakaian, sarapan dll. Ketika kami berdua sudah pulang dari sekolah adekku menanyakan keadaan ayah kepadaku, aku pun hanya bisa diam dan mengajak adekku bermain agar dia tidak memikirkan keadaan ayah yang semakin melemah. 1 minggu kemudian ayah sudah pulang dari rumah sakit. Aku dan adek senang melihat ayah kembali kerumah, akan tetapi melihat keadaan ayah yang semakin lemah membuat kami tak tega untuk berbuat nakal. Setelah dilakukan operasi ayahku ternyata tetap saja harus melakukan cuci darah, dan kami berdua selalu ditinggal oleh orang tua kami. Ketika jadwal cuci darah ayah malam, ibu menitipkan kunci kepada kami agar aku bisa membukakan pintu untuk mereka ketika pulang dari cuci darah. Hal cuci darah itu terus menerus dilakukan oleh ayahku hampir 1thn. Saat malam hari aku selalu berkata dengan tuhan, “tuhan apakah ayahku sudah sembuh, aku mau ayah sembuh ya Allah, maafin mbak kalau mbak punya salah sama ayah”. Setiap malam aku ucapkan doa untuk ayah ibu dan adek agar mereka tetap bersamaku.

4bln kemudian ayah masuk rumah sakit lagi, dan lagi-lagi penyakitnya kambuh lagi. Kami semua bingung, ketiga kalinya ayah masuk rumah sakit lagi. Keluargaku semuanya bingung, kenapa ayahku belum sembuh juga. Padahal ayah sudah dua kali masuk dan cuci darah selalu tepat waktu kenapa ayah tetap saja belum sembuh dan malah semakin parah. Adekku pun jugaheran dan tiba-tiba saja adek menangis,
“mbak aku takut ayah kenaoa-kenapa” kata nina
“gapapa dek, doa’in ayah cepat sembuh ya” kataku sambil peluk adekku.
“ayah loh mbak udah masuk rumah sakit yang ketiga kali” kata nina
“iya tau, tapi ya doa’in ayah lah dek. Kamu gausah nangis kasian ibu. Ibu udah nangis masak kamu juga ngikut nangis?” kataku.
“mbak ini loh masak gak nangis gara-gara ayah masuk rumah sakit lagi?” kata adek
“hmm… menurutmu? Udah kamu diam aja disini. Mbak ke ibu dulu” kataku sambil berdiri.
Aku menghampiri ibuku.
“bu.. ibu gausah nangis. Ada mbak sama adek gini loh..” kataku
“iya mbak, mbak gausah mikirin ibu ya.. mbak udah gedhe, mbak gaboleh nakal sama adeknya, gaboleh bertengkar sama adek. Gak kasian ibu ta kamu?” kata ibu
“iya bu.. janji gak nakal lagi. Lha adek loh mesti ganggu mbak” kataku sambil mengerutkan alis.
“iyawes mbak, mbak sana gih sama adek, atau adek ajak kesini aja” kata ibu.
Aku memanggil adekku untuk duduk didekat ibu dan ayah. Setelah itu kami duduk dan kami tak henti-hentinya menatap ayahku yang sedang terbaring lemah ditempat tidur. Ketika 2minggu ayahku dirawat dirumah sakit tiba-tiba tante ati dan om surat datang kerumah dan menjemput kami. Kami berdua disuruh kemas-kemas barang kami. Saat kami Tanya ingin pergi kemana, mereka hanya menjawab sudah ikut kami saja. Setelah kami berkemas-kemas, kami berangkat dan kami sampai dirumah tante ati. Beberapa hari ini kami menginap dirumah tante, berngkat sekolak diantar dan mereka merawat kami. Kami dirumah tante sangat senang tetapi kesenangan itu menurutku hanya sebagai rasa iba kepada kami karena kami masih kecil. Kami bercanda tawa dengan anak-anak tanteku, kami bersenang-senang tetapi kami tidak melupakan keadaan ayah dan ibu. Ketika adekku menanyakan keadaan ayah ibu ke om surat tiba-tiba tante ati datang menghampiri kami dan mereka hanya berkata “Sudah gausah dipikir, ayah ibu baik kok nduk”. Adekku menghampiriku dan memelukku , aku berkata dalam hati “Ya Allah, jaga adekku, jaga orang tuaku. Aku mau ayah sembuh, aku kangen masa dimana kami masih bisa bercanda tawa”. Hampir 4minggu kami tinggal dirumah tante dan tiba-tiba semua orang dirumah sibuk dengan sendirinya, tante membangunkan kami. Saat kami berdua bangun kami heran kenapa semua saudara datang kerumah dengan memakai baju serba hitam. Aku bingung, apalagi adekku. Dan saat kami selesai mandi, kakak sepupuku mbak tria memelukku sambil menangis, disitu aku semakin heran dan jantung tiba-tiba berdetak cepat, prasaan mulai tidak enak.

“dek nia kamu yang sabar ya.. nanti kamu gak usah nangis lohya..” kata mbak tria sambil memeluk dan menangis.
“kenapa emang mbak?, ada apa kok pakai baju hitam semua?”. Kataku
“iya mbak, ada apa ini?” kata adek.
“udah wes, kalian pokoknya nanti jangan nangis, yang sabar ya nduk” kata om

Kami semua sudah siap dan berangkat, omku meyetir mobil dengan kecepatan tinggi sambil terburu-buru. Aku dan adek semakin heran ada apa sih sebenarnya. Setiba ditempat kami turu dari mobil dan  ternyata rumahku dipenuhi oleh orang-orang serba memakai baju hitam, keranda  yang sudah siap, kembang diamana-mana, dan tempat untuk mandi mayat. Saat aku berjalan masuk kerumahku, pikiran sudah tidak karuan, mataku melirik adekku dan kakak sepupuku, tubuh ini saat berjalan memasuki rumah rasanya ingin jatuh dan ketika kami sudah diteras tiba-tiba tante pida memelukku dan nangis.

“te.. ada apa ini?” tanyaku sambil meneteskan air mata.
“nduk. Kamu yang sabar ya..” kata tante pida.
“kenapa seh te??” kataku dengan heran.
“yang sabar ya nduk.. ayahmu..” kata tante pida sambil nangis dan memelukku dengan erat.
“ayah kenapa tee??!!” tanyaku dengan jengkel
“ayahmu sudah gak ada nduk” kata tante sambil memelukku erat.
“gak mungkin… ayah masih ada, aku gak mau jadi anak yatim.. gak mau..!!”  kataku dengan sontak dan tidak percaya dengan hal itu.

Aku menangis histeris dan adekku pun juga menangis histeris, aku memeluk adekku dan kami tetap 
saja menangis. Saat tu kami masih tidak percaya dengan ketiadaannya seorang ayah. Padahal aku merasa kami baru saja bersenang-senang kenapa tiba-tiba jadi kayak gini pikirku. Aku terus menangis, tetap tidak terima dengan kenyataan yang kudapat saat hari itu. Aku langsung naik keatas, menutup pintu dan aku tetap saja menangis. Tangisanku takk henti-hetinya untuk ayahku, rasa sayang kepada ayahkulah yang membuatku tidak ikhlas saat ayah meninggalkan kami bertiga. Suara langkah kaki menghampiri kamarku dan pintu kamar terbuka ternyata tante pida menghampiriku dan menenangkanku,

“nduk.. gaboleh nangis ya.. kasian ayah disana kalo kamu nangis” kata tante pida.
“iya..” kataku sambil menangis.
“gaboleh menangis ya nduk,, kasian ayah lohya.. kamu kan udah gedhe jadi bisa jaga adek sama ibu” ujarnya sambil mengisak tangis.

Aku yang terus menerus ditenangkan tetap saja menangis, aku tidak memperdulikan keadaan rumah yang ramai dengan isak tangis. Aku terus berada diakamar dengan kesendirian. Aku terus menangisi ayahku. Disiang harinya aku turun kebawah dan nenekku menyuruhku membaca surat yasin untuk ayahku. Aku membacakan surat yasin dan aku menahan air mata ketika aku membaca surat-surat itu dihadapannya, aku tau ketika aku menangis didepannya ayahku juga akan ikut menangis dan ayah gak akan tenang karena gak tega meningggalkanku. Semua surat yasin sudah kubaca untuknya, aku kembali keatas dengan kesendirianku. Aku merenung dalam kamar, aku berkata kepada tuhan lagi “Tuhan gimana kalau aku tidur? Aku tidur biasanya doa’ dulu trus nanti dapet cium dari ayah sama ibu. Sekarang kalau tidur masak dapet cium dari ibu doang?”. Aku disitu tetap saja menangis. Selang 1minggu setelah kematian ayahku, ibuku jatuh sakit, tiba-tiba ibuku muntah terus menerus. Tidak mau makan, hanya berdiam diri didalam kamar. Nenekku bingung dengan keadaan ibuku. Dan dihari selanjutnya ibuku dibawa kerumah sakit. Aku dan adek mulai panik dan takut, takut kehilangan ibu. Akhirnya ibu dirawat dirumah sakit negri disurabaya, selama ibu dirawat dirumah sakit kami berdua tinggal dirumah tante ati. 3hari kemudian kami berdua kerumah sakit ingin melihat keadaaan ibu, saat kami bertemu ibu, kami berdua hanya bisa lihat keadaan ibu. Sebenarya aku ingin nangis tapi aku menaham karena malu. Ketika aku didekat ibuku, tanteku yang bernama min itu menyuruhku mengajak komunikasi ibuku.

“nduk, ajaken ibumu ngmong gih..” kata tante min.
“iya te..”. jawabku
Aku dan adekku disebelah ibuku, kami mencoba berkomunikasi dengan ibu.
“bu.. ibu udah makan ta?” sambil mengusap rambut ibu.

Disitu ibuku hanya bisa melihatku dan adekku, dan kami hanya bisa melihat keadaan ibuku yang dipasang selang di hidungnya tanpa kesadaran penuh. Dan tante min mengajak ngobrol ibuku.

“juk, ini spa?” sambil menunjuk aku.
“ini nina..” jawabnya dengan suara pelan.
“ini nia juk… bukan nina, kalau nina ini”. Kata tante
“ohh ini nia yang ini nina..” kata ibuku dengan ekspresi bingung dan keadaan yang lemah.

Melihat keadaan ibuku yang semakin melemah aku tak tega, akhirnya aku keluar dari kamar dan nangis diluar karena aku gak ingin ada seseorang yang melihatku nangis dihadapan ibuku. Adekku masih tetap berada disamping ibuku. Aku duduk diluar kami tetap saja menangis, aku takut jika ibuku akan seperti ayahku. Aku sangat takut sekali. 5hari kemudian suasana rumah sama seperti saat ayahku tiada. Aku menanyakan hal itu lagi kepada saudaraku, mereka tetap saja hanya memelukku, menatapku dengan isak tangis. Kami semua berangkat lagi kerumah dan ternyata sampai disana suasana rumah sama seperti saat ayahku sudah tiada. Aku dan adek tiba-tiba menangis seakan-akan kami sudah tahu apa yang terjadi. Saat kami berada diteras rumah, orang sekelilingku memelukku dan adekku dengan erat, kami semua menangis histeris, aku pun sonta teriak dan berkata “aku gamau jadi anak yatim te.. aku gamau..!! ibu mana te.. aku mau ibu..”. adekku yang berada disebelahku menangis dengan kencang hingga terbatuk-batuk. Aku lagi-lagi langsung lari keatas dan merenung aa yang terjadi dengan kehidupanku, kenapa aku ditinggal sama orangtuaku, aku nanti tinggal sama siapa kalo ditinggal, apa aku sama adek ditaruh dipanti asuhan, aku mau ibu Ya Allah. Berjam-jam aku menangis dalam kamr dan berkali-kali pula saudaraku menenangkanku tetapi aku tetap saja menangis menghiraukan omongan mereka. Aku kecewa karena aku belum bisa bahagiain mereka, aku masih keingat ketika ibuku ulang tahun aku dan adek memberikan kado berupa uang receh yang sudah kami kumpulkan untuk ibu. Aku kangen sama masakan ibuku, Tuhan apa tidak tahu bagaimana perasaanku ketika ditinggal orang yang disayang, apa Tuhan tidak sayang pada kami berdua sehingga Tuhan mengambil orangtua kami. Sungguh kami tidak ikhlas akan kehilangan orangtuaku. Saat ibuku meninggal aku sudah dibangku kelas 5 SD dan akan naik ke kelas 6, dan saat itu aku masuk sekolah semua teman-teman dikelas melihatku. Ketika pelajaran dimulai salah seorang guru bernama bu rosa masuk ke kelas dan memelukku dengan tangisan, beliau menciumku dan berkata “Nak.. kamu yang sabar ya, kasian orangtuamua kalau kamu nangis. Yang ikhlas ya nak”. Saat bu rosa menyemangatiku, aku hanya bisa diam dan menahan air mata didepan teman sekelasku. Setelah kepergan orangtuku,aku dan adekku diasuh oleh tante ati dan om surat. Aku masih bisa bersyukur dengan adanya mereka kami bukan apa-apa dan mereka masih sayang kepada kami.